Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No:
masukkan no. yang dikehendaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi -(catatan kaki lihat versi Cetak)

263. Yohanes Paulus I (1978)

Yohanes Paulus dilahirkan di Dolomite di Utara Venesia pda 17 Oktober 1912, dengan nama Albino Luciani. Paus Paulus VI mengangkatnya sebagai patriark di Venesia kemudian menjadi cardinal. Salah satu kunjungan Paulus VI ke Venesia, ia meletakkan  tolanya di atas bahu Yohanes Paulus. Peristiwa tersebut diingatnya kembali dalam pidato singkatnya dari balkon St. Petrus sesat setelah ia terpilih sebagai Paus Yohanes Paulus I. Terpilih pada 26 agustus 1978. Penempatan stola itu diinterprestasikan sebagai tanda keingingan dan ramalnnya atas diri Albino Luciani. Ia seorang yang sangat sederhana dan rendah hati, cara hidupnya seperti pastor paroki sehingga ia disebut Paus Murah Senyum.

Berkenaan dengan doktrin posisinya sangat jelas dan tradisional. Sebagai seorang cardinal misalnya, ia dengan kukuh melawan perceraian dan mebubarkan sejumlah kelompok gerejawi di keuskupannya yang menyetujui perceraian. Dengan cara yang sama, ia sangat ketat terhadap orang-orang Katolik yang tidak setuju perceraian. Hanya ada satu iman Katolik dan harus mengikuti arah otoritas Gereja. Sebagai paus programnya yang dikumandangkan ialah doa, disiplin dalam Gereja dan kesetiaan pada Konsili Vatikan II.

Dengan rendah hari dan sederhana, ia tidak memperlihatkan keasliannya dan ide-idenya ketika naik ke Tahkta Kepausan: kenyataannya, ia menolak kursi kepemimpinannya dan tiara, lambing kekuasaan duniawi, juga tidak mau dimahkotai. Kematiannya yang mendadak karena serangan jantung merupakan sebuah pukulan besar yang membuat setipa orang terkejut dan menimbulkan macam-macam penafsiran. Bahkan sekarang ini peristiwa itu dikatakan bahwa ia baru saja mempunyai waktu unutk memberikan kepada dunia suatu pandangan sekilas tentang kepemimpinannya akan seperti apa, tetapi semuanya cukup untuk membangkitkan antusiasme dan harapan dan memberinya suatu tempat di hati semua orang. Masa kepausannya hanya berlangsung 30 hari telah meninggalkan kesan tak terhapuskan kepada gaya Kepausan modern. Ia wafat pada 28 September 1978 dan dimakamkan di grotto Vatikan.